Minggu, 14 Juni 2015

Bagaimana Memetakan Penelitian (Mapping Riset) ?

oleh: Kang Maul
 
Semuanya harus dimulai dari Motivasi Menulis, dari pertanyaan WHY I need to write this paper? 
Dan pertanyaan itu harus muncul dari sense of academic crisis yaituu kegelisahan akademik, yang muncul dari benturan antara idealitas pengetahuan yang kita miliki dengan realitas lapangan yang terjadi. Maka idealnya penelitian tidak hanya menjabarkan masalah secara deskriptif, tapi bisa menyelesaikan masalah secara aplikatif.

Sistematika Penulisan
(Bersifat Umum, Bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan standar masing-masing lembaga)i. Judul
ii. Abstraksi
A. Pendahuluan
Kumaha? teu riweh kan?
  • Rumusan Masalah (Motivasi)
  • Tujuan Penelitian
  •  Ruang Lingkup
B. Critical Review (Tinjauan Pustaka)
C. Metodologi Penelitian
D. Hasil dan Pembahasan
E. Kesimpulan dan Saran

Skema Berpikir

Penjelasan
1. Bagaimana Menulis Pendahuluan?
Move 1:
 Mulai dengan Literatur Review atau Data statistic/ Data dan Fakta.
 Cari Celah Judul Kita dari Situ (Calim Your Territory)
 Tentukan Positioning Paper kita diantara Literatur Review dan Kaitannya dg Data Fakta
 Fokuskan Ruang Lingkup (define The Problem to Be solved)
Move 2:
 Tingkat Kepentingan Paper Kita
 Celah/ Tekankan Positioning Paper Kita
Move 3:
 Jelasakan Sebab Motivasi Penulisan
 Fokuskan Masalah yang Ingin dijawab
 Jelsakan Tujuan Penulisan secara Deskriptif

2. Tentukan Motivasi Menulis/ Rumusan Masalah yang Mau diselesaikan

3. Buatlah TUJUAN PENULISAN yang Menjawab Rumusan Masalah di Atas

4. Buat TINJAUAN PUSTAKA Yang Sistematis, tiap rumusan masalah minimal memiliki 3-6 critical review,
jadi jumlah CR dikalkulasikan dengan Jumlah RM. Dan tipa CR harus berhubungan dengan RM. Ada 4
tahap memahami CR dengan baik:
 Pahami Abstraksi,
 Sintesa (Sentral Isu dari paper),
 Komparasi antar CR,
 temukan Critical Point atau celah penelitian kita.

5. METODOLOGI dipahamai sebagai Cara menyelesaikan masalah yang ingin kita pecahkan. Jadi
metodologi bisa menggunakan beragam model, tergantung dari ragamnya maslah yang ingin kita
pecahkan. Ingat semuanya disinkronkan dengan rumusan masalah diawal.

6. BAB INTI DISKUSI, disini implementasi Metodologi dalam menyelsaikan maslaah kita dibahas secara
sistematis. Dan semuanya harus sesuai menjawab rumusan masalah diawal. Biasanya dalam Diskusi dan
pembahasan dibuat TIME TABLE agar pekerjaan bisa lebih sistematis. Indikasi keberjasilan di bab ini
adalah kita berhasil menemukan INDIKATOR KESUKSESAN penelitian.

7. KESIMPULAN dibuat Sesuai dengan Hasil Penelitian, yang intinya menjawab rumusan masalah diatas
dalam bentuk penjelasan detail dari tujuan penulisan.

8. Sedangkan SARAN adalah celah dari hasil diskusi, berupa sesuatu diluar kendali hasil pembahsan
berupa implikasi manajerial dan saran untuk penelitian lanjutan.

NOTE:
. Sistematika ini adalah sistematika berpikira dalam menyelesaikan masalah yang ILMIAH
maupaun NON ILMIAH, termasuk masalah KEHIDUPAN SEHARI_HARI

# Moga Bermanfaat#
 .

Jumat, 12 Juni 2015

Analisa beragam Skala Pengukuran Penelitian. Contoh Topik: Sikap Terhadap Produk Kemasan Makanan Halal



1. Simple attitude Scale
Labelisasi halal untuk setiap produk makanan kemasan.
a.       Setuju
b.      Tidak Setuju

2. Category Scale

Bagaimana anda menilai label halal pada produk makanan kemasan?
a.       Sangat tidak penting
b.      Penting
c.       Netral
d.      Tidak Penting
e.      Sangat Tidak Penting

3. Skala Likert

Sabtu, 23 Mei 2015

Possession Process dalam Layanan Purna Jual


M. Maulana Hamzah
Graduate Student of Master Program in Sharia Management
Graduate School of Management and Business (www.mb.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University (www.ipb.ac.id)

Marketing Class
Lecturer:
Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc (sumarwan.staff.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Mukhammad Najib, MM
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc
Dr. Ir. Dodik Nur Rachmat, M.Sc.F
 

Jawaban  UA Bagian A Estella MB IPB

1. Layanan Purna Jual adalah bentuk marketing through service, karena layanan purna jual merupakan salah satu bentuk memenuhi kepuasan pelangganan melalui penjaminan mutu, keamanan konsumen dan layanan yang baik.  Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 20/M-DAG/Per/5/2009 Tentang Ketentuan Dan Tata Cara Pengawasan Barang dan/atau Jasa, Pelayanan purna jual adalah pelayanan yang diberikan oleh pelaku usaha kepada konsumen terhadap barang dan/atau jasa yang dijual dalam hal jaminan mutu, daya tahan, kehandalan operasional sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun.

2. Possession Process, karena layanan purna jual menjamin mutu, kualitas dan kemanan barang yang bisa diraba/ disentuh dan merupakan milik konsumen.sehinga konsumen mengalami proses pelayanan dalam bentuk keamanan dalam memiliki barang yang telah ia beli dari produsen. dan secara tidak angsung proses ini akan meningkatkan daya saing produk/ jasa, dan sekalgus bagian dari proses menjaga konsumen yang sudah ada dengan ekspektasi dapat menjadi proses marketiing yang berkelanjutan.

Rabu, 13 Mei 2015

Contoh Soal Akhir Triwulan MPO dan Jawabannya

A.  ISILAH BAGIAN YANG KOSONG DENGAN PERNYATAAN YANG PALING SESUAI (porsi nilai 40%)

1.      Pada pengelolaan rantai pasok, kita berfokus terhadap aliran produk, biaya dan informasi

2.      Ide utama dalam Just In ime (JIT) adalah minimasi waste (pemborosan) yang terjadi dalam seluruh proses nilai tambah

3.      Operasionalisasi Total Quality Management (TQM) terutama dipakai pada level Manajerial/ Manajemen Puncak (strategis. Sedangkan statistical Process control dipakai pada level Manajemen Produksi (Teknis) dalam struktur organisasi Industry.

4.      Empat sumber pembororsan (waste), yang dipaaki dalam JIT diantaranya adalah bahan baku (material), energi, waktu dan space.

5.      Komponen pembentuk rantai pasok dinamai sebagai supplier, manufacture, distributor, retailer dan shopper yang saling berinteraksi dan menyatu secara forward integration dan backward integration membentuk rantai

Contoh Proposal Penelitian Thesis Manajemen Produksi & Operasi



Analisis Pengaruh Sertifikasi Halal Terhadap Rasio Return On Investments (ROI) Perusahaan Subsektor Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Oleh: M. Maulana Hamzah
Abstract:
This Study analyzes the impact of Halal certification provided by LPPOM MUI on sales performance measured by Return on Investment (ROI) ration. Specifically, this study researches whether there is a difference in ROI between certified companies and non-certified companies and difference in ROI before and after certification/ two components of ROI, Operating Profit Margin (OPM) and Operating Assets Turnover (OAT) serve to explain the difference between ROI. Data was taken from a sample companies listed in Indonesia Stock Exchange. The sample was selected using purposive sampling focused on subsector food and beverages. Data for each companies was obtained from internet and stock exchange information center. Statistical method used to analyze the data was hypothesis test for comparing means (t-test for normally distributed data and non-parametric test for not normally distributed data).
Keyword: Halal Certification, Return on Investment, Food and Beverages, Profit Margin, Assets turnover.